SEPUTAR PROFESI

"LPM PROFESI FTI UII Adakan Workshop Jurnalistik Sabtu (01/11)"

Untaian "Kata" PROFESI

Lembar berisikan berita milik PROFESI

SEPUTAR PROFESI

Pengrajin Gerabak sedang membakar karyanya agar kokoh.

Diskusi Bersama

Para Caleg (Calon Legislatif) KM FTI dalam acara Diskusi Bersama oleh LPM PROFESI

Pekan Taaruf FTI UII 2014

Suasana Pekan Taaruf (Pekta) 2014 di lingkungan FTI UII.

3/14/16

Gonjang Ganjing Edisi Januari

Gonjang Ganjing edisi kali ini merupakan hasil kerja magang LPM PROFESI 2015-2016. Berikut beberapa judul berita yang kami sajikan
Lab milik FTI, menunggu revisi dan peningkatan kualitas
Mengulas Tabir Cleaning Service FTI UII
Menoropong Pelaksanaan INCEPTION
Peraturan yang tidak dihiraukan
Aids bukan untuk dikucilkan, tapi disembuhkan

Selamat membaca dan jadikan bahan disksusi kawan-kawan
Baca Gonjang ganjing Januari 

1/23/16

Berkas Pendaftaran PROPORTION 2016

1/10/16

SUPLeMEN - Desember




Wacana pendirian jurusan Teknik Tekstil –yang berarti pemisahan konsentrasi Tekstil dari jurusan Teknik Kimia− telah berhembus sejak lama. Saat ini proposal pendirian jurusan tersebut telah berada di tangan senat universitas, menunggu proses assesment untuk kemudian diajukan ke Badan Wakaf, yang akhirnya diajukan ke Dikti.
Banyak hal mendalangi alasan pemisahan kedua jurusan atau ‘konsentrasi’ yang telah bersatu sejak tahun 1996 ini. Pada dasarnya, Teknik Kimia dan Teknik Tekstil memiliki fokus keilmuan yang berbeda, sehingga mencoba menyatukannya menjadi satu jurusan justru hanya akan menambah beban mahasiswa.
Rasio dosen yang timpang juga menjadi salah satu alasan pemisahan. Jumlah dosen yang memiliki latar belakang studi tekstil lebih banyak dari dosen yang memiliki latar belakang studi Teknik Kimia, Terbalik dengan perbandingan jumlah mahasiswa yang didominasi oleh mahasiswa konsentrasi Teknik Kimia. Kompilasi alasan tersebut bermuara kepada satu hal, sulitnya mendapatkan akreditasi A.
Menilik permasalahan di atas, pemisahan kedua konsentrasi tersebut menjadi hal yang tak terelakan. Namun, seyogyanya tetap harus diperhatikan kembali dampak-dampak yang mungkin timbul akibat adanya pemisahan ini, terutama dari sisi mahasiswa. mahasiswa hendaknya mengawal proses pemisahan ini agar segala sesuatu berjalan sebagaimana mestinya dan agar pemisahan ini memang menjadi maslahat bagi seluruh sivitas akademika FTI UII.


1/8/16

SUPLeMEN - November



Kuliah Kerja Nyata atau biasa disebut KKN merupakan kegiatan pengabdian mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmunya kepada masyarakat. Menilik sejarah, kegiatan ini sendiri timbul karena kebutuhan masyarakat akan pendidikan dan pengajaran, sehingga pada awalnya tujuan KKN ialah memajukan masyarakat.
UII melaksanakan KKN berlandaskan Catur dharma UII yang terdiri dari pendidikan, penelitian, pengabdian, dan dakwah islamiyah. KKN UII –seperti yang tercantum pada buku panduan KKN UII- merupakan wahana bagi mahasiswa untuk belajar, berdakwah dan bekerja dalam kegiatan pengabdian dan pemberdayaan pada masyarakat.
            Sekilas, kegiatan yang bernaung pada Departemen Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) ini seakan mengalami pergeseran orientasi. Masyarakat yang menjadi pusat orientasi KKN beralih menjadi mahasiswa. Hal ini dipertegas apabila melihat indikator capaian KKN UII, yang menjadikan mahasiswa sebagai parameter keberhasilan. Kata-kata bersama masyarakat yang tercantum pada indikator capaian pun seakan hanya menjadi pemanis agar KKN tidak kehilangan unsur kemasyarakatannya.
Melihat kondisi tersebut, tak ayal timbul pertanyaan. KKN ini diperuntukan bagi masyarakat atau mahasiswa? Kondisi ini memperlihatkan masyarakat seakan sudah tidak terlalu membutuhkan KKN lagi, sehingga KKN bisa disambi dengan kegiatan belajar mahasiswa. kegiatan yang bernafaskan pengabdian ini ternyata memiliki banyak ekor yang berwujud sekalian.


Baca Suplemen - November