SEPUTAR PROFESI

"LPM PROFESI FTI UII Adakan Workshop Jurnalistik Sabtu (01/11)"

Untaian "Kata" PROFESI

Lembar berisikan berita milik PROFESI

SEPUTAR PROFESI

Pengrajin Gerabak sedang membakar karyanya agar kokoh.

Diskusi Bersama

Para Caleg (Calon Legislatif) KM FTI dalam acara Diskusi Bersama oleh LPM PROFESI

Pekan Taaruf FTI UII 2014

Suasana Pekan Taaruf (Pekta) 2014 di lingkungan FTI UII.

Showing posts with label Gonjang-ganjing. Show all posts
Showing posts with label Gonjang-ganjing. Show all posts

3/14/16

Gonjang Ganjing Edisi Januari

Gonjang Ganjing edisi kali ini merupakan hasil kerja magang LPM PROFESI 2015-2016. Berikut beberapa judul berita yang kami sajikan
Lab milik FTI, menunggu revisi dan peningkatan kualitas
Mengulas Tabir Cleaning Service FTI UII
Menoropong Pelaksanaan INCEPTION
Peraturan yang tidak dihiraukan
Aids bukan untuk dikucilkan, tapi disembuhkan

Selamat membaca dan jadikan bahan disksusi kawan-kawan
Baca Gonjang ganjing Januari 

10/30/15

Gonjang Ganjing Edisi II - Oktober 2015

Selamat menyimak Gonjang Ganjing Edisi II - Oktober 2015.
Baca disini

10/21/15

FTI Berekspansi



oleh: Nisa M. Ahsani & Rofiq Nurdiansyah

.... kerja sama ini merupakan salah satu cara menyiapkan akreditasi internasional.

            Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) adalah salah satu fakultas yang tengah menjalin kerja sama internasional, yakni dengan adanya Program Student Exchange (pertukaran pelajar) dan Program Double Degree (gelar ganda). Program-program tersebut terealisasi melalui kerja sama dengan beberapa universitas di luar negeri.
            Imam Djati Widodo, Dekan FTI, memaparkan bahwa semua jurusan di FTI telah menjalin kerja sama internasional. Jurusan Teknik Industri telah memiliki program yang levelnya lebih tinggi dari pertukaran pelajar dengan waktu pelaksanaan dua semester. Beberapa mahasiswa Teknik Industri UII mengerjakan skripsi dan lulus di Thailand. Program Gelar Ganda juga telah dilakukan oleh Jurusan Teknik Kimia melalui kerja sama dengan Belanda. Teknik Kimia dan  Teknik Mesin telah menjalin kerja sama dengan beberapa universitas di Thailand. Sementara itu, Teknik Elektro baru akan mengirimkan mahasiswanya. Namun, Jurusan Teknik Elektro telah melakukan lecturer exchange (pertukaran pengajar).
Diakui Imam, UII memiliki banyak kesempatan perihal kerja sama internasional. Dalam waktu dekat ini, pihak FTI telah berencana untuk menjalin kerja sama dengan Youngsan University di Korea Selatan. Wacana ini telah mendapat persetujuan dari pihak universitas.
            Ketua Jurusan Teknik Informatika, Hendrik, menuturkan bahwa program pertukaran pelajar di Teknik Informatika sebagai bentuk kerja sama dengan Rajamangala University of Technology Thanyaburi (RMUTT), Thailand. Setiap tahunnya, pihak RMUTT mengirim perwakilan mahasiswanya ke UII, begitu juga sebaliknya. Realisasi Program pertukaran pelajar di Jurusan Teknik Informatika dimulai tahun 2014. Hendrik menjelaskan bahwa selama ini realisasi program ini masih berupa pengerjaan mini project. Ia juga menuturkan bahwa kerja sama ini merupakan salah satu cara menyiapkan akreditasi internasional. Dengan adanya kerja sama tersebut, Hendrik berharap mahasiswa memiliki kesempatan ke luar negeri dan UII semakin dikenal.
            Salah seorang mahasiswa pertukaran pelajar, M Khoirul Ummam, menuturkan bahwa ia mengikuti program tersebut selama empat bulan. Mahasiswa Jurusan Teknik Kimia ini dikirim ke Chulalongkorn University Thailand pada Januari 2015. Ia mengaku bahwa atmosfer kegiatan kuliah di sana berbeda dengan di UII. Terlebih, Chulalongkorn University dilengkapi dengan fasilitas belajar hingga fasilitas olahraga. Selama berkuliah di sana, pihaknya sama sekali tidak mengeluarkan biaya karena mahasiswa pertukaran pelajar mendapat beasiswa.

10/18/15

Gonjang Ganjing Edisi I - Oktober 2015

Gonjang Ganjing merupakan buletin dwi mingguan Lembaga Pers Mahasiswa PROFESI FTI UII. Gonjang Ganjing memberitakan seputar kampus FTI UII yang sifatnya aktual. Selamat Menyimak!
Download Gonjang Ganjing

10/14/15

Teka Teki Ticketing

PROFESI/Ikhwan: Proses pengambilan tiket di pos ticketing boulevard pada siang hari sebagai bentuk kontrol kendaraan yang masuk ke lingkungan Kampus UII.

Oleh: Yuniar dan Ikhwan

Sistem baru (ticketing), menggawangi permasalahan kemacetan.
Universitas Islam Indonesia (UII) memberlakukan sistem ticketing kepada kendaraan bermotor di lingkungan kampus. Sistem itu dikelola oleh Badan Pengelola Aset (BPA) Badan Wakaf. Sistem Ticketing telah melalui tahap uji coba pada awal tahun akademik 2015/2016, dan berlangsung selama 3 bulan.
Sejak tahap uji coba, pelaksanaan sistem ticketing sudah diterapkan kepada kendaraan roda empat. Akan tetapi untuk kendaraan roda dua, pelaksanaan sistem ticketing tidak diberlakukan. Seperti yang diutarakan oleh Achmad Insan, selaku master of plan dari BPA kepada PROFESI. Ia menuturkan untuk kendaraan roda dua tidak perlu melalui sistem ticketing, akan tetapi dialihkan ke kantong-kantong parkir yang telah tersedia di UII. Kantong parkir tersebut terdiri dari 5 kantong parkir, yakni pada lahan depan rektorat, lahan parkiran samping perpustakaan pusat, samping Fakultas Teknologi Industri, depan Fakultas Kedokteran, dan depan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Achmad mengemukakan bahwa pelaksanaan sistem ticketing bertujuan untuk menertibkan kendaraan yang keluar masuk di lingkungan UII sekaligus sebagai sistem controlling jumlah kendaraan. Namun, fungsi controlling tersebut justru menimbulkan kemacetan. Untuk meminimalisir, pelaksanaan sistem ticketing hanya diberlakukan untuk kendaraan roda empat.
Achmad menegaskan bahwa saat ini uji coba sistem ticketing untuk kendaraan roda dua sudah tidak ada lagi. Akan tetapi,  untuk kendaraan roda empat harus berlaku sistem ticketing dan sifatnya sudah final, bukan uji coba lagi. Ia juga menyampaikan untuk kendaraan roda empat selama uji coba tidak terdapat masalah, tetapi untuk kendaraan roda dua menimbulkan masalah kemacetan.
Berlakunya sistem ticketing menimbulkan pro dan kontra di kalangan mahasiswa. Salah satu mahasiswa Teknik Industri, Wisnu Arianto mengaku bahwa dirinya setuju dengan adanya sistem ticketing. Sebagai pengendara mobil, ia menganggap bahwa tiket tersebut sebagai tanda masuk.
Hal berbeda diungkapkan oleh Karunia Rizky Apriliani Lani, mahasiswi Teknik Industri. “Menurut saya itu (sistem ticketing) nggak efektif banget ya. Kadang jalan, kadang nggak,” ujarnya saat ditemui PROFESI. Ia menambahkan bahwa sistem ticketing tidak perlu diberlakukan karena menurutnya, sistem keamanan di parkiran sudah cukup kuat.
Achmad juga menuturkan bahwa gerbang ticketing untuk mobil tidak akan dipindah. Namun, pada kondisi tertentu gerbang ticketing dapat difungsikan sebagai portal biasa (bukan ticketing) bagi kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi tertentu yang dimaksud Achmad adalah adanya sterilisasi UII dimana hanya akan dibuka satu pintu masuk ke lingkungan kampus.