Oleh: Putri dan Ibin
Reportase bersama Ikhsan
Minggu (23/8/15) mahasiswa
baru Universitas Islam Indonesia (UII) telah siap mengikuti rangkaian
Pesona Ta’aruf (PESTA) di Kampus UII Terpadu. Ajang perkenalan ini dimulai pukul 05.30 WIB dengan rangkaian acara yang telah disusun
panitia PESTA.
Dinginnya suhu pagi itu tidak
menyurutkan niat mahasiswa baru untuk datang
mengikuti rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan oleh panitia. Akan tetapi, ada beberapa peserta yang
sudah tidak sanggup untuk melanjutkan rangkaian kegiatan PESTA meskipun masih
pagi. Banyak dari mereka yang terlihat kedinginan, sesak napas, dan pusing.
Bahkan ada seorang peserta yang sampai perlu dirujuk ke Rumah Sakit Gramedika.
Salah satu staf Departemen Kesehatan, Roni menyampaikan bahwa peserta tersebut
memiliki riwayat penyakit dalam, yakni radang otak. Menurut keterangan Roni,
peserta itu langsung mendapat penanganan khusus dari Departemen Kesehatan.
Selain Departemen Kesehatan, turut membantu pula dokter yang sedang bertugas di apotek UII dan Departemen
Humas dan Transportasi (HUMTRANS) sebagai penyedia ambulance. Ketika ditanya
mengenai biaya pengobatan, Roni menjelaskan biaya pengobatan peserta tersebut
sudah ditanggung oleh panitia PESTA. “ Untuk saat ini, biaya akan ditanggung
oleh panitia, dan ada staf Departemen Kesehatan juga yang ikut mengantar ke
rumah sakit.” ujarnya.
Terlihat pos-pos
kesehatan tersebar di tujuh titik di lingkungan UII. Pembagian lokasi pos
kesehatan terletak di boulevard,
di depan Kahar Mudzakir, persimpangan perpustakaan UII, di depan lapangan sepak
bola depan gedung D3 ekonomi, di depan kantor LEM, di utara Ulil, dan pusat pos
kesehatannya di Kahar Mudzakir. Departemen kesehataan yang beranggota 50
orang dibagi ke setiap titik pos kesehatan. Setiap posnya terdiri dari empat
sampai lima anggota kesehatan dibantu oleh seorang tim dari Tim Bantuan Medis
Mahasiswa (TBMM) kedokteran UII.
Mereka bekerjasama untuk
menangani peserta yang sakit, setelah itu peserta yang sakit diberi pita
dilengan baju sesuai dengan jenis penyakit yang diderita. “
Hanya dua pita yang disediakan departemen kesehatan, pita hijau diberikan untuk
yang terkena penyakit ringan, seperti pusing dan sakit perut (maag). Pita merah
diberikan untuk yang terkena penyakit berat, seperti asma, sesak napas,
jantung, dan penyakit dalam”.
Ketika ditemui di depan pintu
utara Kahar Muzdakir, terdapat tiga orang peserta terlihat sedang berteduh dan
duduk santai. Ketika tim PROFESI mendatangi ketiga peserta tersebut, tim
PROFESI mewawancarai salah satu dari mereka. Uswatun, seorang mahasiswi baru
Jurusan Ilmu Pendidikan Bahasa Inggris mengaku pusing. “ Tadi pagi sudah
sarapan roti, tapi kepanasan jadinya pusing”, ujarnya . Badannya terlihat
sehat dan tak tampak ada pita hijau maupun merah di lengan bajunya. Dengan
begitu menandakan bahwa ketiga mahasisiwi tersebut tidak memiliki penyakit
dalam maupun ringan. Diva salah seorang tim TBMM memberikan keterangan tentang
ketiga peserta tersebut. “ Iya, ketiganya mengeluh pusing, tapi kalau
sudah selama ini wajarnya sudah tidak pusing lagi, tapi kelihatannya mereka
masih ingin beristirahat,” pungkasnya kepada tim PROFESI.
Departemen Kesehatan memang
menjadi salah satu departemen yang selalu terlihat sibuk selama kegiatan PESTA
berlangsung. Departemen ini juga sangat dibutuhkan karena fungsinya
sebagai pengawal kesehatan mahasiswa baru. Jadi dengan adanya departemen
kesehatan, dapat membantu kelancaran berlangsungnya acara PESTA.





0 comments:
Post a Comment