Oleh : Reza
“Untuk ke depannya, hal-hal semacam ini jangan
terulang lagi. Sehingga, bisa lebih baik dari sebelumnya,”
“Mahasiswa baru Universitas Islam Indonesia
mengikuti kuliah perdana di Auditorium kahar Mudzakir”
Pelaksanaan kuliah perdana Universitas Islam
Indonesia sudah menjadi agenda rutin setiap tahun. Tahun ini, peserta kuliah
perdana berasal dari mahasiswa dan mahasiswi baru tahun akademik 2015/2016. Kuliah perdana dilaksanakan pada Jumat
(14/8/2015) di Auditorium Kahar Mudzakir dimulai pukul 07.00 WIB.
Dalam kuliah perdana, peserta mendapat kuliah
umum dari beberapa narasumber, salah satunya Yudha Antariksa. Pihak universitas juga memperkenalkan jajaran pimpinan,
staf struktural, dan staf pengajar UII.
Sayangnya, kuliah perdana kali ini diwarnai
berbagai kendala, seperti kurangnya sarana dan prasarana pendukung. Kursi,
tenda, monitor, dan sound system yang
disediakan belum mampu memberikan kenyamanan. Auditorium Kahar Mudzakir tidak
dapat menampung peserta yang mencapai
5386 orang. Sehingga, banyak peserta yang tidak mendapat tempat duduk di
bawah tenda yang disediakan di luar auditorium.
Berdasarkan pantauan di lapangan, banyak
peserta yang tidak mendapatkan kursi dan tidak terlindung tenda. Hal ini
menyebabkan banyaknya peserta yang justru asyik mengobrol dan berkumpul di
kantin Fakultas Psikologi dan Seni Budaya. Ada pula peserta yang merokok dan sebagian juga tampak
meninggalkan lokasi kuper untuk pulang.
Rahmat, salah seorang peserta yang berasal dari jurusan akuntansi mengatakan
bahwa ia merasa tidak betah karena suasana yang panas dan tidak nyaman. Di sisi
lain, seorang peserta dari jurusan manajemen mengaku tidak mendapat kenyamanan
selama kuliah perdana karena tempat duduknya tidak tertutup tenda.
Sarana sound
system yang dipasang di beberapa titik juga mengalami masalah. Suara yang
keluar dari speaker tidak begitu jelas, sehingga peserta kesulitan mendengar
informasi yang disampaikan. Padahal, mereka perlu mencatat berbagai informasi selama kuliah perdana berlangsung. Monitor yang seharusnya dapat menggambarkan suasana di dalam
Auditorium Kahar Mudzakir juga tidak berfungsi dengan baik. Sehingga, peserta
tidak dapat mengetahui suasana kuliah perdana di dalam auditorium.
Ketidaknyamanan kuliah perdana ini dikeluhkan
oleh salah satu orang tua peserta yang juga ikut menyaksikan jalannya kuliah
perdana. “Untuk ke depannya, hal-hal semacam ini jangan terulang lagi.
Sehingga, bisa lebih baik dari sebelumnya,” tutur salah satu orang tua peserta yang tidak ingin disebutkan namanya.





0 comments:
Post a Comment