Pembukaan
Pesona Ta’aruf (PESTA) mahasiswa baru Universitas Islam Indonesia (UII) tahun
ajaran 2014/2015 berlangsung dengan meriah. Antusiasme para mahasiswa baru
(maba) terlihat begitu tinggi dengan adanya pelepasan balon bersama-sama.
Segenap panitia PESTA pun tak lengah melakukan pekerjaan yang menjadi tanggung
jawabnya. Demi kelancaran berjalannya acara PESTA, pihak rektorat UII pun
membentuk tim advokasi rektorat sebagai bentuk kepedulian terhadap kegiatan
mahasiswa.
Pemandangan
yang berbeda tersaji pada Tim advokasi rektorat tahun ini. Tim yang biasanya
hanya mengadvokasi dari balik meja kerja di rektorat pada tahun ini terlihat
turun ke lapangan. Mereka melakukan pengawasan langsung di lokasi acara Pesta.
Terlihat Wakil Rektor III Abdul Jamil mengatur jalan masuknya peserta PESTA di
boulevard pada pagi hari. Begitu pun Beni suranto, salah satu tim advokasi
rektorat, terlihat mengawal jalannya acara PESTA.
Tampilnya
tim Advokasi Rektorat pada tahun ini menjawab pertanyaan seputar ada tidaknya
tim advokasi dari rektorat. Meskipun dari tim advokasi rektorat sendiri mengaku
bahwa tim ini selalu ada pada setiap tahunnya. namun pada tahun kemarin tidak
terlihat tim advokasi rektorat mengawasi jalannya pesta. Keberadaan tim
Advokasi Rektorat pada tahun kemarin dirasa tidak maksimal “pada tahun kemarin (tim advokasi Rektorat) ada, namun tidak maksimal”
ujar Bowo, Anggota Tim Advokasi dari DPM .
“Tim
pemantau terdiri dari pimpinan-pimpinan unit seperti dekan. Kemudian rektor dan
segenap wakil rektornya juga ada,” kata Saryudi, salah satu tim advokasi
rektorat yang ditemui tim reporter PROFESI. Saryudi mengaku pihak
rektorat selalu membentuk tim yang serupa untuk melakukan pengawasan atau
monitoring kegiatan mahasiswa. Hal tersebut tidak lain adalah perwujudan dari
rasa tanggung jawab pihak rektorat UII.
Adanya
tim advokasi rektorat ini adalah untuk meng-cover tim advokasi PESTA.
Tim advokasi rektorat akan melakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh
tim advokasi dari Mahasiswa. Sebagai contoh adalah pemasangan spanduk yang
telah dilakukan oleh tim advokasi dari rektorat.
Saryudi
menambahkan bahwa segenap tim bentukan rektorat bertujuan untuk mengendalikan
dan mengawasi kegiatan mahasiswa. Bahwa meskipun mahasiswa mendapatkan
kebebasan untuk berkreasi, pengawasan itu tetap ada agar seluruh kegiatan
terkendali dengan baik.





0 comments:
Post a Comment