BELUM usai acara dihari pertama Pesona Ta’aruf (PESTA) Rabu 3/9, azan maghrib telah berkumandang. Masjid Ulil Albab, ya dari
situlah asal suara panggilan untuk menunaikan sholat itu. Acara yang masih
berjalan dikala itu harus berhenti sejenak hingga azan Magrib selesai
berkumandang. Meskipun pesona ta’aruf dihari itu belum selesai, hampir bisa
dipastikan bahwa dengan terdengarnya suara azan magrib maka acara sudah hampir
sampai pada susunan rundown acara yang paling ujung. Pemberitahuan
barang-barang yang perlu dibawa hari esok menjadi kegiatan penutup pesta dihari
pertama.
Mulai terlihat mahasiswa-mahasiswa
berpakaian hitam putih berjalan menuju tempat parkir motor yang terletak
dilapangan sepak bola Universitas Islam Indonesia. Kerumunan mahasiswa baru
yang mulai bergegas dari tempat pelaksanaan pesta ini pertanda acara pesta hari
pertama telah benar-benar selesai. Di tempat parkir yang telah disediakan oleh
panitia mulai terjadi atrean kendaraan bermotor yang akan keluar. Panitia dari
divisi keamanan mengatur sedemikian rupa agar kendaraan yang parkir dapat
keluar dengan teratur.
Bentang tali-tali hitam yang ada di
lapangan menjadi alur jalan keluar dari tempat parkir. Panitia divisi keamanan
mengatur kendaraan dengan membuat baris-baris sepeda motor. Akses menuju tempat
parkir sangat terbatas karena hanya ada satu pintu untuk keluar masuk kendaraan
bermotor. Jalan yang dipergunakan untuk keluar masuk dari tempat parkir pun
tidaklah mulus, sehingga menghambat proses dan memperlama waktu keluar dari
parkiran. Setiap kendaraan yang keluar dari tempat parkir wajib menunjukkan
STNK kepada panitia yang bertugas dipintu keluar lahan parkir. “kalau yang
nggak bawa STNK ya kita catat nomor mahasiswa sama nomor kendaraannya” jelas
salah satu panitia yang bertugas waktu ditemui PROFESI di area parkir. Terbatasnya
akses dan adanya proses pengecekan STNK tentu saja cukup menguras waktu.
Meskipun demikian, durasi waktu yang digunakan untuk kegiatan evakuasi motor
ini berjalan sesuai dengan perkiraan panitia yaitu kurang lebih satu jam.
Pada pukul 19.23 terlihat panitia yang
bertugas di pintu keluar tidak lagi sibuk mengecek STNK setiap kendaraan yang
keluar, ini artinya tidak ada lagi kendaraan bermotor yang masih ada di area
parkir. Ternyata tidak sesuai dengan fakta yang ada, terdapat belasan sepeda
motor yang masih berada di lapangan sepak bola. Memang masih ada banyak motor
yang ada di lapangan karena ditinggalkan pemiliknya. Tentu saja motor yang tak
diurus ini akan menjadi urusan divisi keamanan. Seluruh motor yang tersisa
disatukan dalam satu area agar lebih mudah dalam menjaganya. Panitia bagian
keamanan juga akan bekerja secara bergantian untuk mengamankan motor-motor
tersebut.
Meski harus menuntun sepeda motornya
untuk memasuki area parkir dan harus antre sekian panjangnya untuk keluar dari
area parkir, sebagian besar mahasiswa baru memilih untuk tetap parkir di tempat
yang telah disediakan oleh panitia. “kalau parkir di dalam kan udah pasti aman,
soalnya dijagain panitia” jelas Adek Putra salah satu mahasiswa dari fakultas
hukum. Meskipun butuh perjuangan baik dari mahasiswa baru maupun dari panitia
yang bertugas, keamanan merupakan hal yang wajib diutamakan untuk kebaikan
bersama.(Retno)





0 comments:
Post a Comment