Pemimpin Umum LPM PROFESI
Pihak kampus seolah menutup rapat apa yang sebenarnya terjadi. Saat dikonfirmasi pun jawabanya sederhana, “Karena ada masalah internal”. Masalah internal seperti apa sebenarnya? Banyak pihak yang kami temui, namun apa daya kami tidak menemukan banyak informasi. Alih-alih ingin menutupi apa yang sebenarnya terjadi, mahasiswa sudah terlanjur membuat sebuah opini sendiri. “Hadri gagal dilantik dikarenakan terlibat kasus penggelapan dana beasiswa yang jumlahnya tidak sedikit.” Ya, seperti itulah opini yang tumbuh dari mahasiswa dikarenakan kurangnya informasi dari pihak kampus. JJika kembali ke 14 April lalu, mahasiswa yang dinaungi oleh Keluarga Mahasiswa Universitas Islam Indonesia melakukan aksi di depan Gedung Kuliah Umum (GKU) Sardjito. Mereka menuntut untuk keterbukaan informasi mengenai kasus yang sedang melilit salah satu calon rektor.
Lagi-lagi, timbul sebuah pertanyaan, kasus apa sebenarnya? Isu di kalangan mahasiswa pun berkembang. Isu yang berkembang itu menyebutkan bahwa bukan hanya Hadri, tetapi juga hampir seluruh dekan fakultas di UII terlibat kasus serupa. Entah itu benar atau tidak, kita tak tahu.
Wajar saja ketika mahasiswa berburuk sangka kepada kampus yang menutup-nutupi informasi. Mulai dari tuntutan dalam aksi yang dilakukan oleh KM UII, dibatalkannya pelantikan Hadri, dan berujung pemilihan ulang rektor. Itu semua menimbulkan sebuah kecurigaan tentang kebenaran opini-opini yang sudah terlanjur terbentuk oleh mahasiswa. Benarkah alasan Hadri gagal dilantik dan dilakukan pemilihan ulang karena kasus penggelapan dana beasiswa? Hanya pihak kalangan atas saja yang tahu.





0 comments:
Post a Comment